Stepi

Beautiful in It's Time

Delivering Gabriel

Leave a comment

*Sepertinya udah telat postnya ya, tapi gapapalah dari pada ga di-post sama sekali hehe..*

Sehari sebelum kelahiran gabriel, adikku yang paling kecil berangkat ke Jakarta kemudian dilanjutkan perjalanan esoknya ke Guang Zhou untuk menempuh kuliah singkat di sana.
Saya sempat beberes rumah, nyapu, ngepel seluruh ruangan di rumah, plus latihan jongkok berdiri (atas saran dari obgyn). Habis itu ya seperti biasanya lanjut online di depan laptop sampai jam makan siang. Tidak ada tanda-tanda akan melahirkan dan pada malamnya sempat bergumam “kapan kamu keluar dek?” *tau-tau si dedek mendengar kali ya gumaman ibunya dan akhirnya brojol lah dia hehehe…*

04 Sept 2013

Pkl. 03.00 – seperti malam-malam sebelumnya semenjak hamil besar, setiap pagi mesti bangun, memutar posisi badan supaya lebih nyaman tidurnya. Masih belum ada tanda-tanda akan melahirkan. Lalu lanjut tidur lagi.

Pkl. 07.00 – Bangun tidur dan pergi ke toilet, selesai buang air kecil dan posisi masih jongkok di closet tiba-tiba ada cairan ngucur keluar, sempat aneh dengar suara air cemplung ke dalam lubang closet. *masih nyantai aja*
Lalu beranjak ke kamar untuk online di depan laptop. Baru duduk sebentar saja tapi daster bagian belakang sudah basah dan tembus sampe ke kasurnya adik. *Hmm..baru mulai panik dan mengira apakah tadi itu air ketuban dan mencoba tenang*

Sembari berpikir akan ke rumah sakit, saya sarapan dulu..tapi cairan itu makin banyak keluar dan membasahi tempat duduk dan lantai. Mama yang melihat begitu banyak cairan bening di lantai kaget dan menyuruh agar segera ke rumah sakit.

Pkl. 07.40 – menuju rumah sakit setelah menunggu taksi selama beberapa menit. Di perjalanan saya memberi kabar kepada suami, bahwa saya sudah pecah ketuban. Kebetulan pada hari itu bertepatan pada hari pilkada Riau, maka pada hari itu diliburkan. Sehingga yang awalnya si suami yang berencana ngantor, mengurungkan niatnya dan pergi ke pekanbaru.

Pkl. 08.00 – sampai di RS Awal Bros, saya ditemani mama langsung menuju ke area perawatan Gardenia (berdasarkan surat rujukan dari obgyn yang saya dapat ketika kontrol terakhir kehamilan). Saya dibawa ke ruang perawatan, sambil menunggu obgyn nya datang, suster menyuruh saya berbaring dan saya dipasang alat pendeteksi detak jantung bayi di perut dan satu tombol yang harus dipencet setiap ada gerakan bayi.

Pkl. 09.00 – obgyn datang, setelah diperiksa, ternyata saya sudah bukaan 2, hmm..kaget karena belum ada kontraksi sama sekali, tapi sudah terjadi pembukaan.
*baru kali pertama diperiksa dalam, rasanya sesuatu banget, sakit bangettt hiks…hiks*

Belum kebayang gimana nanti sakitnya waktu udah kontraksi dan melahirkan, saya mulai cemas dan takut huaaaaaa….

Oleh obgyn saya disarankan untuk dilakukan induksi, karena melihat kondisi saya yang air ketubannya sudah banyak keluar, saya pun hanya bisa pasrah dan mengiyakan saja.

Pkl. 10.30 – Setelah proses administrasi selesai dan suami tiba di rumah sakit, saya pun diinfus cairan yang dalamnya berisi obat perangsang kontraksi. *hiks* *stressfull*
Suster beberapa kali menyuruh saya agar relax sehingga mudah diinfus. Akhirnya saya selesai diinfus dan bersiap menanti kontraksi.

Oh ya…saya lupa tepatnya jam berapa secara kebetulan saya didatangi ibu pendeta yang saat itu baru saja selesai dilakukan perawatan pasca operasi kecil yang dilakukannya beberapa hari yang lalu. Tapi saya percaya kedatangannya bukan secara kebetulan, melainkan sudah ada campur tangan Tuhan di dalamnya.

Setelah ngobrol-ngobrol dengan kami, bapak pendeta dan ibu pendeta itu pergi keluar untuk mengurus keperluan administrasi.

Pkl. 11.00 – kontraksi ringan sudah mulai terasa.

Kira-kira pkl. 11.30 kalau tidak salah, bapak dan ibu pendeta datang lagi ke ruang perawatan, kali ini mereka datang dengan dua orang dari tim pendoa GBI Pekanbaru.
Tak berapa lama kemudian kami berkumpul dan menyanyikan lagu pujian *saya lupa lagunya karena saat itu sudah kontraksi dan menjadikan saya tidak fokus*
Kemudian saya didoakan oleh mereka. Setelah itu ngobrol singkat dan bersalaman, akhirnya mereka pulang.

Kontraksi makin terasa dan dalam waktu yang singkat sampai dua menit sekali kontaksi itu datang dan hilang secara beraturan. Sembari memegang handphone dan menghitung waktu kontraksi, semakin tidak tertahankan rasa sakitnya. Sampai ada rasa untuk mengejan.

Saya mulai meringis kesakitan dan meminta mama untuk memanggil suster. Suster datang dan memeriksa dalam, ternyata sudah bukaan 7.

Pkl. 14.00 – saya dibawa ke ruang persalinan. Keinginan untuk mengejan semakin kuat dan tak tertahankan lagi. Saya ditemani suami dan mama dalam ruang persalinan.

Pkl. 14.25 – Lahirlah “Gabriel Marcello Kristanto” 🙂

Gabriel

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s